LIANG KOBORI DAN METANDUNO MUNA
LIANG KOBORI DAN METANDUNO
Liang kobori dan metanduno merupakan salah
satu gua
alam yang berada di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Gua ini kini
menjadi situs purbakala yang
dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah
selain itu gua ini pun menjadi tempat pariwisata
dan penelitian kepurbakalaan. Gua ini terkenal karena adanya ornament-ornament
yang berupa lukisan yang terdapat pada dinding gua. Lukisan-lukisan ini
merupakan salah satu lukisan yang dibuat oleh para manusia purba.
Gua ini merupakan salah satu gua alam yang memiliki ornament di dalamnya, yang
berupa lukisan hasil karya manusia purba, selain gua serupa yang terdapat di
didaerah lainnya di Indonesia atau gua serupa yang berada dimancanegara seperti di
Prancis dan Spanyol.
Gua ini terletak kurang lebih 10 km dari pusat kota Raha
melalui jalan poros Raha-Mabolu, tepatnya diperbatasan antara Desa Bolo dan
Desa Masalili, Kecamatan Lohia. Untuk
mencapainya, kita dapat menggunakan kendaraan Umum ataupun kendaran pribadi
selama kurang lebih 1 Jam perjalan. Tetapi untuk mencapai bibir gua tidak
semudah yang dikira, kita perlu memasuki lorong lagi sejauh ± 2-3 Km dengan
akses jalan yang kurang memadai, tetapi kita akan tetap terpukau dengan
keindahan alam disekitar jalan masuk.
![]() |
| lukisan-lukisan hewan pada dinding gua |
Ketika memasuki areal situs peninggalan liang
kobori dan metanduno, gua pertama yang kita temui adalah gua metanduno. Gua
metanduno merupakan gua alam yang kita jumpai terlebih dahulu sebelum gua liang
kobori. Pada gua ini kita dapat melihat berbagai hasil peninggalan manusia pra
sejarah, misalnya saja lukisan-lukisan hewan pada dinding gua serta asap yang
menurut pemandu, sebut saja La Ode Samada, merupakan
asap sisa kegiatan masak memasak yang dilakukan oleh manusia pra sejarah.
Menurut Pemandu, gua ini disebut sebagai gua metanduno sebab kebanyakan motif
yang ditemukan pada gua ini merupakan motif hewan bertanduk, dalam bahasa Muna
tandu berarti tanduk. Lukisaan lukisan ini, menurut pemandu merupakan lukisan
yang dibuat oleh manusia prasejarah dari bahan berupa darah hewan buruan, tanah
liat serta getah kayu yang belum diketahui jenisnya. Sebab pola kehidupan
masyarakat prasejarah yang hidup didaerah ini adalah berburu, lalu darah hasil
hewan buruan dikumpulakan agar dapat menjadi suatu lukisan.
Ketika memasuki bibir gua, kita akan melihat
suatu gua alam yang membentang dengan tinggi bevariasi antar 2-5 m dan lebar
sekitar 30 m . selain ornament-ornamen berupa lukisan kita dapat melihat
berbagai struktur geologi pada gua ini misalnya saja stalaktit yang berada pada
bagian atas dan stalakmit yang berada pada bagian bawah, yang apabila keduanya
telah bertemu maka akan membetuk tiang batu.
Gua berikut yang kita dapat temui adalah gua
utama yaitu gua liang kobori. Sesuai namanya yaitu liang kobori yang jika kita
artikan kedalam Bahasa Indonesia berari gua bertulis, di dalam gua ini kita
akan menemukan berbagai macam lukisan yang dibuat oleh para manusia prasejarah.
lukisan lukisan pada dinding gua ini sampai saat ini masih menyimpan misteri
tentang kehidupan prasejarah masyarakat muna yang tergores pada 130 an situs
aneka goresan berwarna merah pada dinding gua bagian dalam. Lukisan lukisan ini
masih terjaga keasliannya sampai sekarang.
Masyarakat setempat mempercayai lukisan-lukisan
ini merupakan buatan manusia purba. Yang dibuat pada 300 atau 400 tahun silam.
Lukisan ini sengaja dibuat untuk menggambarkan kehidupan masa lalu. Masyarakat
yakin, manusia purba ingin menggambarkan kehidupan, namun karena dulu belum
mengetahui huruf dan angka, maka manusia purba memilih melukis.
Sumber : https://id.wikipedia.org



Komentar
Posting Komentar